Selasa, 14 Maret 2017

Angan

Waktu kecil suka nonton film Dragon Ball, Digimon, Gundam dulu suka berimajinasi. Pingin suatu saat nanti bisa membuat film yang sekeren itu. Ultraman, Wiro Sableng, Power ranger juga, Robocop waktu kecil suka nonton film yang action, film yang berantem. Waktu itu terlintas dibenakku pingin main film yang dengan adegan penuh action, berantemya banyak, dan juga pingin membuat sebuah film.

Dan aku juga suka dengan pembuatan film, seperti film-film action yang penuh dengan berantem, ledakan, kejar-kejaran mobil, tembak-tembakan. Pernah terlintas waktu itu pingin juga jadi crew gitu, jadi pengarah jalanya film, liat cameramen juga seru cara mengambil gambarnya dengan kamera besar terus yang naik diatas didorong lewat rel gitu, entah apa lah itu namanya.

Selain soal film pernah juga pingin jadi penyanyi, punya Band jadi vokalis ataupun drummer, selain suka dengan film action dari kecil juga suka dengerin lagu-lagu yang keras, lagu-lagu yang teriak teriak, lagu rock. Sampe orang tua heran kalo aku muter lagu. Pernah, bukan pernah sih malah bahkan sering ngebayangin punya Band jadi terkenal manggung diatas panggung gede, konser khusus, touring berbagai kota, bahkan ke beberapa Negara dengan lagu rock, metal menghentakan ribuan orang yang menonton, ribuan orang menikmati pertunjukan music kami… aiihh waktu kecil penuh hayalan, berimajinasi bikin film juga. Hahaa..

Bahkan dulu waktu SMP aku nulis buat lagu, dulu banyak beberapa tulisan yang aku tulis dan itu membutuhkan waktu 4-5 hari dalam menulis satu syair, tapi sayangnya waktu aku kuliah, semua kumpulan kertas yang gak kepakai dijual dan buku yang berisi tulisanku pun ikut hanyut terjual karena aku tumpuk dengan tumpukan kertas yang gak kepakai. Sayang banget.

Pingin nulis cerita fiksi maupun cerita berdasarkan kisah nyata yang ditambahi ke fiksi tapi gak pernah jadi, ketika sedang plong mikir enak banget jalan ceritanya begini, nanti endingnya begini, begitu, begini de el el, tapi ketika mau menuangkan dalam tulisan entah kenapa rasa males pun datarng, dan kadang malah ngebleng gak tau mau darimana nulisnya.

Semisal gini, sebuah tulisan yang menceritakan seorang mahasiswa yang terlibat dalam sebuah misi penyelamatan, ia bergabung dalam sebuah tim yang dibentuk oleh kepolisian untuk menelusuri sebuah kasus pencucian uang yang dilakukan oleh seorang yang mempunyai perusahaan. Perusahaan yang mengelola bidang narkotika hasil pencucian uang yang melibatkan anggota dewan dan polri, melakukan pembuatan virus untuk menyebarkanya dan menjadikan orang yang terkena akan mengalami sakit parah, badanya memerah, muntah-muntah namun perusahaan itu juga yang membuat obat penawarnya, semua dilakukan untuk bisnis.

Pencemaran lingkungan pun dilakukan perusahaan itu, limbah yang dibuang sembarangan mencemari air yang digunakan penduduk, namun perusahaan ini melakukanya dengan rapih, belum bisa membuktikan bahwa perusahaan ini melakukan kejahatan. Tidak ada bukti maka tidak bisa di persidangkan jadi,

Mahasiswa tersebut bertugas untuk mengumpulkan bukti kejahatan dari perusahaan tersebut, juga melakukan pengintaian terhadap anggota dewan dan polri yang ikut terlibat, namun banyak rintangan yang dihadapinya. Pihak perusahaan mengetahui bahwa ada orang yang mencoba menghancurkan bisnisnya, hingga terlibat dalam suatu peperangan.

Mahasiswa ini menjalai hari-harinya dengan biasa, teman-teman kuliahnya gak ada yang mengetahui bahwa ia terlibat dalam sebuah misi. Seperti layaknya dan pada umumnya pihak perusahaan menggunakan keluarganya dan orang-orang terdekatnya untuk sebuah ancaman, jika ia ingin keluarganya aman dan orang-orang terdekatnya selamat ia harus berhenti untuk membuktikan kejahatan perusahaan.

Saat di kampus ia diikuti oleh beberapa orang dari pihak perusahaan, apalagi setelah mahasiswa ini telah mengantongi bukti bahwa perusahaan tersebut melakukan kejahatan. Untuk menutupi kejahatanya perusahaan itu juga bergerak dalam sebuah pembuatan produk makanan, tapi itu hanya untuk sekedar menutupinya.

Mahasiswa ini hanyalah orang biasa yang gak terkenal di kampusnya, ia mengambil kuliah hukum. Selama kuliah gak ada yang keren dibandingkan dengan teman-temanya, ia berangkat kuliah juga pulang kuliah jaan kaki, tak punya pacar, tapi dibalik itu ia merupakan seoarang yang bisa dibilang agen kepolisian untuk berbagai hal, namun kali ini ia bertugas untuk mengumpulkan bukti kejahatan suatu perseroan untuk diajukan ke pengadilan ditutup usahanya.

Berangkat ke kampus dengan jalan kaki sambal menikmati rokok,melihat para mahasiswa yang lain menggunakan mobil keren, mahasiwa lainnya yang pada berpasangan, bahkan teman-temanya kini sudah punya pacar semua. Ia bukanya gak mau pacaran, tapi karena kondisi yang mengharuskanya ia untuk menunda pacaran, duit yang hanya pas-pasan, karena tau tingkat pacaran mahasiswa yang jalan-jalan, belanja, makan ditempat mewah, ia belum sanggup.

Semua itu tak begitu ia pikirkan, hanya dengan senyum ia menanggapinya. Dibalik sebagai mahasiswa yang biasa ternyata ia adalah seorang yang penuh aksi diluar kampus. Saat malam minggu teman-teman yang lain jalan sama pacar, ia jalan dengan pistol dan nyawa yang bisa saja melayang. Beraksi dengan tugas yang diembanya dengan dua orang partner nya ia mencoba masuk ke perusahaan, mencoba membobol system komputernya.

Salah satu dari mereka merupakan hacker yang termasuk ahli, dia dulu dikenal sebagai hacker pencuri yang diburu polisi karena berhasil membobol keuangan Negara dan memainkan lampu lalu lintas hingga jalanan kacau. Hingga akhirnya berhasil ditangkap. namun, karena ke ahlianya ia dibebaskan dengan sayarat untuk menjadi anggota, seoarang agen rahasia.

Satunya lagi ia merupakan seorang mahasiswa ekonomi dengan tingkah yang konyol pandai dalam hal mencopet, dia mempunyai hobby yang aneh, mencopet membuat keributan merupakan kesuakaanya, hingga ia ditangkap saat membuat rusuh di bank dengan pistol dan perlengkapanya meminta duit.

Otak cerdas namun konyol dan sifatnya yang seenaknya sendiri seperti tak punya dosa dan salah.mereka bertiga merupakan mahasiswa yang kini berada dalam fase menyelesaikan skripsi, namun juga menyelesaikan misi pengintaian.

Daannn… itulah contohnya, juga pingin nulis soal kuliner, karna kuliner itu asyik, seru untuk diapakan juga, umm jadi gini…. Kisahnya dari seorang mahasiswa yang setelah lulus mencoba mencari kerjaan ia pun pergi ke ibu kota untuk mendapatkan kerjaan, namun setelah beberapa lama ia tak mendapatkanya. Di Jakarta bertemu dengan dua sahabatnya yang merupakan temen sperjuangan, mereka sahabat akrab waktu kuliah.

Selain soal kerjaan yang belum didapat, mereka juga kandas dalam sebuah hubungan asmara. Tapi kini dua orang telah mendapatkanya lagi sedangkan satunya kacau, dulu si A ditinggal karena ceweknya udah pingin nikah sedangkan A belum ada kerjaan hingga akhirnya cewek tersebut memilih menerima seorang pria yang lebih dari A. sedangkan B dia juga tak beda jauh kisahnya dengan A, namun cewek yang disuka B belum menikah hanya saja, mereka ldr sedangkan B belum ada kerjaan, dan beberapa factor.

Sedangkan C bukanya ditinggal tapi ia malah yang meninggalkan ceweknya, karena waktu kuliah jadi ldr banyak masalah yang diahadpinya. Si C didekati sama cewek yang ahirnya C pun suka dengan alasan karena ceweknya yang katanya setia tapi kata C si cewek ini disana jalannya sam cowok, kalo diajak jalan pasti mau. Itulah alasan si C.

Mereka bertiga mengalami perjuangan yang laur biasa, setelah satu setengah tahun lulus mereka masih berkutat dalam dunia mencari kerja. Kalo si A dia pernah bekerja, magang disuatu kantor advokat, dan beberapa minggu di sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang transportasi darat. Karena fisiknya gak kuat si A keluar.

Hingga kemudian si B yang hobby menulis mengikuti beberapa lomba dan mendapatkan sedikit duit, berpikiran untuk membuka usaha kuliner dimuali dari kecil kecilan. Mereka menjual gorengan, tempe mendoan. Jualan mereka laku, yang kemudian terus berkembang. Hingga akhirnya memiliki sebuah warung makan yang belum begitu besar namun sudah banyak pelanggan.

Menu dari daerah asalnya pun di bawa, seperti burbacek, soto kuning, juga sate ayam dan mendoan. Menumakananya seperti pecel yang dipaduka dengan tempe mendoan gede. Tempe yang digoreng diatasnya ditaburi pecel dengan daun bayam,kacang panjang serta telur mata sapi yang agak setengah matang dengan bumbu kacang.

Burbacek dengan rasa yang nikmat dipedukan dengan tempe mendoan krispi, begitu juga dengan soto kuning.
Mereka juga menggabungkan antara Burbacek yang disiram kuah soto kuning, dan ditaburi potongan tempe mendoan.

Mereka berjuang memajukan bisnisnya dengan menu yang sedehana dan aneh tapi itu yang menjadikanya dikenal….

Kisah mereka jadi pengusaha dengan mendirikan cabang-cabang di tempat tinggal asalnya. Kemudian dibeberapa kota lainya. Kisah asmaranya pun kini tak seperti dulu.

Yaa begitulah, pingin menulis sebuah karya yang agak menarik gitu..

Terimakasih yang sudah mau membaca tulisanku ini, tulisan yang gak penting juga.

5 komentar:

  1. Sebenernya keren sih ide nulisnya mahasiswa yang di kampusnya "sederhana" tapi ternyata dia "luar biasa".

    Tapi kalo yang kuliner itu, sejujurnya aku masih bingung bayanginnya Ahahahaa..

    Lanjutkan Di. Kamu loh kalo bikin cerpen bagus bagus. Ehehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah.
      Dibilang keren.
      Dibilang kalo bikin cerpen bagus bagus. *di blog ini cuma beberapa.

      Makasih, Arum.

      Itu yang kuliner aku aja bingung. Hehee.

      Hapus
  2. Eh perasaan kamu sudah mewujudkan inginmu menjadi penulis ...
    Barusan yang aku bacakan hasil karyamu hehe ...
    nggk ngerasa ya
    selamat ya

    BalasHapus
  3. meski tampilan sederhana namun rasanya yang unik bisa bikin terkenal ya :)

    BalasHapus
  4. Aku lebih suka cerita yang pertama, tentang ke 3 mahasiswa itu. aaahhhh, tolong jadikan salah satunya sebagai pacarku..

    hmmm, menurutku, lakukan aja apa yang emang bener2 pengen dilakukan. jangan ditahan2, toh kamu udah punya bakat juga dibidang menulis.

    BalasHapus

Jangan beranjak dulu, tinggalin dulu komentarnya. biar kami tau kalo kamu kesini. kunjungan anda sangat berarti.