Sabtu, 25 Februari 2017

Hanya Dengan Malam

Malam ini malam minggu, dimana malam ini merupakan malam yang membosankan bagiku. Langit mendung, hanya kilatan kilatan petir yang aku lihat.

Kebiasaan kalo malam, selama di Jakarta aku sering naik ke atap kosan sekedar manatap bintang menikmati malam dengan Marlboro yang perbatang demi perbatang begitu cepat habis yang tertiup angin malam.

Kosan yang terdiri dari 3 lantai lumayan lah buat menatap bintang, dengan sekeliling gedung kalo malem terlihat bagus dengan sinar lampunya.

Ketika temen-teman yag lain pada malam mingguan dengan pasanganya, dan aku hanya dengan malam.

Mendengarkan lagu-lagu Avenged Sevenfold merupakan salah satu pelarianku untuk menghilangkan rasa kebosanan. Dengan irama music yang keras dan suara M. Shadows yang begitu keren melelapkanku dari kesendirian dan kesedihan ini, walau cuma sebentar.

Ada rasa rindu ke dia, dan kebetulan kini ia pulang ke rumah pingin rasanya nemui melepas rindu tapi, entahlah ini hanya rasa yang aku alami. Belum bisa menemuinya menunggu hp bunyi yang aku harap sebuah notif dari dia. Kesalahanku yang belum bisa membuat untuk bertemu.


Walau hanya dengan malam aku mecoba menikmatinya. 

Rabu, 22 Februari 2017

Terjebak dalam memori (chapter 2)

----Kegalauan yang menghampiriku membuatku seakan sakit jiwa, aku yang begitu mencintainya kini renggang, jarak yang jauh membuatku tak bisa untuk menemuinya. Aku hanya bisa besabar menunggu kepulanganya untuk aku temui di rumahnya.

Saat seperti ini aku masih bersyukur, aku punya teman yang kampret yang bisa bikin hilang stres dengan menambah stres. Aku yang sedang menikmati marlboro merah, rokok yang kami beli patungan berdua kini tinggal 3 batang, aromanya pun sudah memudar.

***
Aku tarik ujung jaket Hendri yang sudah meminta foto sama mba pramugari kereta api di Stasiun Jatinegara, kami akan menuju Jakarta kota membuang kepenatan yang menghampiri.
“Apaan sih kau? Main tarik tarik, aku kan belum sempet ngobrol sama mbaknya lumayan waktu 5 menit”. Dengan muka dan nada memelas Hendri menatapku seakan ingin menjedotkan jidatku ke krl.

“Ini udah ada yang ke Manggarai, lama kalo kita nunggu yang Jakarta Kota, keburu imsak nyet”.

Kami masuk ke kereta dengan kondisi yang hampir penuh, seperti biasa saat naik krl dikala kondisi seperti ini aku berdiri deket pintu dan melongok jendela. Entah kenapa rasanya itu seperti kerinduan melihat tempat yang dilewati kereta, walaupun pemandanganya cuma itu-itu aja dan naik krl udah keseharian namun tetep aja melongok jendela seperti jadi kebiasaan.
Beda dengan Hendri, dia yang berubah-ubah kebiasaan dalam kereta. Saat sepi dia dengan mudahnya memejamkan mata dalam hitungan detik dia bisa pules tertidur, kadang dia juga sibuk dengan hp nya entah apa yang dibuka.

Yang paling ngeselin kalo dia sok kenal, mendekati perempuan dengan pd nya, dan dia bisa melancarkan seratus pertanyaan dalam jarak satu stasiun. Tak lama kereta sampai Manggarai mengakhiri perjalanan, dan kami pindah jalur untuk melanjutkan ke Jakarta Kota.

“Mana hp mu sini”.
“Apaan sih kau ini?”.

Hendri mulai menatapku dengan muka yang bikin aku kesel saat dia pasang muka datar pandangan penuh paksaan untuk merebut hp yang aku pegang ditangan kiriku.

“Sini sih, ah susah banget, lagian ngapai sih kau buka hp?? Kan udah gak ada lagi kan kontak Wulan, nanti yang ada kau nambah galau. Kalau kau sampe galau tek tinggal pergi. Mending aku ke Cirebon tempat Indra”.

“Emang kalau aku galau kenapa?”.
“Kalau kau galau aku gak mau jadi saksi, ditanyain apa penyebabmu galau terus kau gila di bawa Magelang ke RSJ, aku males juga nengokin orang gila”.
Sambil senyum, yang seakan menirukan senyum Wulan dengan muka sok berseri memperlihatkan kata maaf atas ucapanya ngomong aku gila dengan perlahan merebut hp ku.

“Aku cuma mau lihat foto yang tadi sama mba pramugari”.
“Sialan, fakk.. kenapa gak bilang aja langsung dari tadi nyeettt”. Heerrggghhhtt greget banget.
“Kan biar ada keseruanya”.
“Wooo kamprett, lagian ngapain sih kau foto sama mbanya, emang mau kau pasang di instagram gitu?”.
“Ya iyalah”.
“Enak banget hidupmu, eh terus gimana kabar erika?”.
“Iyalah, emang kau galau mulu udah seminggu, pake nangis pula”.
“Bangkee, kau dulu lebih parah pake frustasi gila gitu”.

Erika adalah seorang perempuan yang berhasil mendapatkan hati si kampret, orang yang dulu hampir frustasi berat karena ditinggal nikah pacarnya, kini erika membuat hari si kampret ini berwarna.

Belum lama Kampret ini buka hp ku dengan senyum senyum sendiri kereta sudah mau datang terdengar dari suara petugas yang mengatakan akan kedatangan kereta jurusan jakarta kota. Entah apa yang dilihat dia senyum senyum gak jelas, hanya sebuah foto yang aku rasa sama sekali gak ada yang lucu. Menyodorkan hp ke depan mukaku dengan menanyakan pertanyaan yang seharusnya gak aku jawab.

“Kau lihat foto ini”.
“Iya, mba nya itu cantik apalagi dengan balutan jilbabnya”.
“Aaahh kau ini, bukan itu. Liat lah fotoku, ganteng juga aku ya kalau senyum bahagia gitu”.

Mendengar kata-kata yang terucap dari kampret langsung aku pingin mengambil rokok aku kabar ku selondopkan ke hidungnya biar agak bener dikit. Gak seharusnya aku mempedulikan pertanyaan kampret. Karena gak boleh merokok di area stasiun jadi hanya ku pasang wajah penyesalan meladeni pertanyaanya.

“Aaahh kau ini gak seruu, galau mulu. Masa kau galau gitu, jadi kek orang mau masuk rumah sakit jiwa, sekarang kau harus terima ihlkas, berdoalah agar nanti kau berjodoh......”.

Belum sempat menyelasikan perkataanya kereta sudah datang depan kami, kami yang sedang duduk dan kampret yang masih dengan kalimat yang tertahan di tenggorokanya menelan lagi kalimat itu. Kami beranjak masuk kereta.

Stasiun demi stasiun dilewati, hingga kami sampai tujuan dengan selamat yang hanya membutuhkan waktu dalam hitungan menit. Walaupun pemandangan saat kereta berhenti begitu banyak orang yang keluar dari kereta, sudah sebulan lebih pemandangan seperti ini ku lihat, namun selalu menimbulkan pertanyaan dalam hati, bikin menggelengkan kepala. Begitu banyaknya orang.

Berjalan keluar stasiun yang penuh dengan pemandangan orang berjalan dengan kesibukan dan tujuanya masing-masing. Sebelum keluar masuk Indomaret membeli rokok Marlboro merah, semenjak kemasan rokok terdapat gambar setiap beli rokok aku selalu memilih gambar yang orang menggendong bayi atau yang bergambar tengkorak. Kadang kalau tidak ada yang itu aku gak jadi beli.

Kalo kampret satu ini dia beli rokok betah kalo yang jaga mba-mba dengan wajah cantik ramah dan dengan balutan jilbab, kalo semua itu ada udah jelas ada kemungkinan untuk dikunjunginya lagi, walaupun hanya membeli air mineral yang ukuran sedang.

Saat kami keluar indomaret, Hendri melayangkan pertanyaan padaku sambil masih mengunyah keripik singkong dimulutnya.

“Kau lihat gak perempuan yang pake baju biru itu?, coba kau perhatikan, apa yang membuat aku bertanya ke kau?”.

Sebelum menjawab pertanyaan dia, aku lihat raut wajahnya dari tatapn mukanya memperlihatkan bahwa ini adalah pertnyaan serius yang harus dijawab. Kami berdiri dan masih dengan keripik singkongnya.

“Karena perempuan itu memakai pakaian minim, dan dia masih aja menarik roknya ke bawah juga menarik bajunya berharap menutupi dan itu perempuan bodoh”.

Masih dengan keripik yang terus dimakanya, Hendri mengganggukan kepalanya.

“Harusnya dia tuh mikir, udah tau gak mau keliatan masih aja pake pakain minim, dan itu sebelahnya pakaina ketat padahal pake jilbab bodoh juga jilbabnya gak nutup dada. Cantik sih, keknya harus aku nikahin biar aku kasih pengetahuan bagaimana berpakaian serta memakai jilbab yang benar. Mereka itu berpakaian tapi sebenernya telanjang, bentuk tubuhnya kliatan. Dan bukankah itu bisa jadi dosa yang terus mengalir memperlihatkan aurat yang membuat lelaki meliriknya apalagi kalo dengan nafsu. Aku ngomong apaan ini, udah ayo jalan, laper pingin makan aku”.

Tanpa aku jawab, kami langsung berjalan. Tap kartu keluar stasiun dan begitu terlihat ramai banyak pedagang yang menjajakan makanan. Rokok yang kami beli langsung kami buka dan nikmati, aromanya sungguh harum.

“Sekarang, detik ini juga kita nikmati liburan hari ini, kau harus hilangkan kegalaunmu itu. Nikmati sekarang, besok aku udah mau kerja ini minggu depan juga aku mau ke jogja”.

Kami yang sedang jalan tetiba terucaplah kalimat dari mulut Hendri dengan menyemburkan asep rokok yang tertiup angin hilang tanpa alasan....

Makasih udah mau baca, tanpa kalian gak ada artinya tulisan ini, walaupun juga tulisanya gak jelas cerita. Terimakasih ^_^
adi.



Minggu, 19 Februari 2017

Memori

Terbangun mendengar suara rintikan hujan
Saat aku ingin kamu menjadi satu satunya
Tiada pengganti dirimu

Disaat aku terlelap dalam kesunyian
Terbawa angin melintasi senja
Hal yang tak aku duga kehadiranmu dalam hidupku
Tersadar dalam diriku teringat kenangan
Aku teringat akan dirimu

Tertunduk meneteskan air mata akan kesalahanku
Aku rasakan seakan langit runtuh
Tak ada kehadiranmu
Sunyi senyap membawa angin lunglai
Melintasi keindahan bunga bermekaran

Musim penghujan membasahi kota akan kerinduan dirimu
Aku teringat akan dirimu
Ingin selalu menjadikanmu satu satunya yang aku cinta
Melintasi garis melawan bebatuan beracun

Aku teringat akan dirimu
Hujan membasahi pepohonan
Terjebak dalam memori kerinduan akan dirimu
Aku selalu teringat kamu

Aku mencintaimu

Kerinduanku begitu dalam, apalah daya aku yang seperti ini. Kita pernah sama-sama saling mencintai sama –sama saling merindukan. Berharap kita untuk dapat bersama selamanya hanya kematian yang akan memisahkan kita.

Jarak yang memisahkan membuatku selalu rindu ingin berjumpa, tapi kini kita semakin renggang. Terbangun di pagi hari teringat bahwa tak ada dirimu, memori ini membuatku seakan meneteskan air mata. Senyumanmu yang begitu indah, suaramu yang begitu merdu lama tak aku lihat tak ku dengar. Hanya do’a yang bisa aku lakukan untuk memelukmu dari jarak jauh, semoga kita dipersatukan dalam sebuah ikatan pernikahan yang di ridhoiNya. Kamulah wanita yang selalu aku banggakan yang membuat hariku penuh warna.

Semoga kamu baik-baik selalu disitu, aku begitu mencintaimu, maaf atas keegoisanku. Rasa rinduku, rasa takutku akan kehilanganmu diluar kendaliku. Aku yang selalu ingin menjadikanmu satu satunya.

Ingatkah saat kita sama sama saling merindukan, hingga senyum manis dengan wajah berseri saat kita dipertemukan melapas kerinduan berbicara banyak hal.

Ya Allah persatukanlah kami dalam sebuah ikatan pernikahan yang Engkau ridhoi, jadikanlah kami berjodoh. Pertemukanlah kami, jagalah dan lindungilah dia selalu.
Aku mencintaimu.

**
Eumm... gimanatulisan ini?? Lebay banget tah??  Sekarang aku memposting tulisanku lewat blog ini, akan lebih sering di blog ini dari pada di blogku yang pisaukaraten.blogspot.co.id.

***
Crotoant, sebuah blog awalnya dibuat untuk memposting soal berita atau informasi yang bisa bermanfaat, tapi karena temenku sibuk belum ada waktu buat ngisi postingan jadi blog ini aku isi tulisanku yang jadinya ke blog personal. Postingan yang aku tulis galau semua, entahlah. Beda sama yang di blogku pisaukaraten.
Terimakasih telah membaca, karena pembaca sangat kami harapkan. Pembaca merupakan pahlawan bagi kami. ^_^

Jadi gimana menurut kalian tentang postingan ini?
Posting oleh Adi.

Kamis, 16 Februari 2017

Terjebak dalam memori

Lelaki yang chat kamu tiap hari itu adalah lelaki yang kerjaanya on hp, charger lelaki yang gak ada kerjaan, lelaki seperti yang kamu bilang baik dibanding lelaki yang sibuk gak ada waktu buat chat kamu tapi dia berusaha untuk ngehalalin kamu, kamu bilang lelaki yang buruk?

Kurang lebih seperti itulah dari salah satu ucapan seseorang yang mungkin mengutip dari tulisan orang atau apalah.

Terkadang itu bikin aku untuk melempar hp yang sedang aku pegang ini yang aku beli dari hasil kerjaku selama 3 bulan walaupun hp nya tidaklah mewah namun, aku masih perlu untuk memikirkan 5 hari untuk melempar hp ku.

Bukanya aku gak ada kerjaan, tapi dijaman internet seperti ini berusaha untuk mencari pekerjaan cukup depan laptop. Jadi kalo aku chat itu bukannya pemalas.

“Woiii... ngapain kau ngelamun gitu?? Semalem ngepet gak dapet duit po?”

Dengan mulut seakan gak punya dosa Hendri temenku yang biasa ku panggil kampret ini dengan seenak jidat ngomong depan mukaku sambil menyemburkan asep rokok marlboro yang dihisapnya. Kalau saja aku udah gak normal udah ku blokir dia dari bangsa ini.

“Kamprettt kau, fuck”.

“Halah kau ini kek orang kesurupan aja”

Aku lagi kesel dan pikiranku entah serasa hilang dari kepalaku terbawa derasnya hujan yang turun di malam hari yang sendu ini.

“Kenapa kau ini?? Cerita lah sapa tau aku bisa kasih solusi, tapi kalo tidak yaa aku saranin mending ke pegadaian karena hanya pegadaian yang mengatasi masalah tanpa masalah”.

“Aku kangen sama wulan, tapi kini kontakku di blok. Barusan aku nelpon dia berkali kali aku pingin banget bisa ngobrol sama dia, aku udah kirim pesan bilang pingin nelpon tapi gak dibales”.

“Aahh sudahlah kalo dia beneran suka sama kau nanti juga dia ngubungi kau, kalo gak ya berarti dia gak cinta sama kau”.

Si kampret ini temen yang aku kenal diawal masuk kuliah dulu, kini kami sama sama berjuang di Jakarta untuk mendapatkan pekerjaan, yaa Ibu kota tempat yang kami anggap akan lebih mudah mendapatkan kerja. Sebulan sudah kami kos bareng di Jakarta kami bukan satu daerah dia dari Bogor temen yang setelah lulus sampe kini masih sama-sama nganggur, dan ada temenku satu dia di Cirebon sama juga belum dapet kerja.

Rasa kangen yang begitu dalam, begitu ingin berbincang malah di blok, seandainya hidup ini sebuah film aku akan memilih untuk bergabung sebagai anggota The Expendales untu melupakan kesedihan dan kegalauan ini, atau mungkin aku ajak kampret ini untuk melakukan Indonesian Job, kalo Jason Statham main Italian Job, aku ikutan Indonesian Job.

Malem ini merupakan malem minggu dimana biasanya orang pada keluar dengan pacarnya, tapi kami hanya di kost duduk di atas sambil melihat hujan dan menikmati rokok marlboro yang kami beli patungan berdua.

Aku salut sama kampret temenku satu ini, dia waktu skripsi ditinggal pacarnya yang tak lama setelah lulus ceweknya nikah dengan lelaki yang jauh beda mukanya dengan kampret ini, dia hanya menang dengan keadaan yang mapan, untung kampret bisa rampung skripsi dulu. Oooh sungguh begitukah... pengangguran dilarang jatuh cinta.

***
Perasaan aku baru tidur, kenapa seakan mimpiku ada yang menagih hutang menggedor pintu berkali kali seakan kalau aku gak ngebuka pintu dia akan menempelkan peledak untuk masuk paksa.

Sialan, ini bukan sebuah mimpi aku terbangun dan suara pintu nyata terdengar. Hendri berdiri depan pintu dengan senyum yang menirukan senyum wulan dengan manisnya yang memperlihatkan gigi gingsulnya. Sialan ini hal yang paling ku benci kalo dia menirukan gaya maupun bahasa seperti cewek.

“Ayo kita refresing”.

Dengan pakaian yag udah rapih kaos dengan jaket mengenakan celana jeans model sedikit pensil sepatu ket berlagak keren depan kamarku, sepertinya dia ini perlu aku jedotkan kepalanya agar rada lurus.

“Ya Allah kau ini, selaranya lagu Avenged Sevenfold, film action crime, ternyata hatimu hello kitty kontak di blok galau mu gak ilang ilang bahkan kau nangis, kuliah lagi aja lah kau ini”.

Tanpa aku hiraukan aku mengambil peralatan mandi berlagak marah ku lewati dia dengan secuek cueknya ku ambil sebatang rokok, aku bakar langsung ke lempar ke jaketnya.

“Sialan, bangkeee”. Sambil mengipat kipatkan tanganya di jaket berharap gak bolong kena rokok.
“Kau ini baru bangun?? Waah gak sholat subuh kah kau ini”.
“Sholat lah nyet, subuh aku baru tidur, kau itu semalem langsung ngebangke sialan”

***
Di hari yang cerah ini kami berencana untuk keluar jalan jalan menikmati suasana Jakarta. Entah tujuan kemana belum ditentukan, yang terpenting jalan setidaknya bisa megurangi rasa sedih, dan kampret ini juga ada training lusa dia lolos tes dan interview.

“Kita pekai KRL aja”

Kebetulan kos kami deket stasiun Kramat hanya butuh waktu tiga sampe lima menit jalan kaki. Sambil merokok kami jalan berlagak keren layaknya Jason Statham dalam film Save dan Tim Robbins di film the shawshank redemption, yang diiringi lagu Linkin Park With You.

Masuk stasiun tap kartu seperti dalam film komedi tanpa nunggu kereta jurusan Jatinegara datang bersamaan datangnya kami, dasar cerita terserah yang nulis mau nulis gimana juga.

Dalam benak kami langsung kepikiran gimana kalo ke Jakarta Kota disana pasti rame juga banyak kuliner sepanjang jalan. Bisa aja pikiranya sama, kalo kampret ini cewek udah aku pacari, kek wulan yang kini.... ah sudahlah.

Dari Stasiun Kramat menuju Jatinegara sesampainya ganti kereta yang ke Jakarta kota, namun sayangnya disini tidak seperti di satsiun kramat yang keretanya langsung tiba. Kami menunggu lama, sambil duduk melihat ramainya stasiun yang dengan banyak orang entah kemana tujuan mereka.

Ada yang menarik perhatianku saat aku sedang duduk melihat daftar kontak kini tak ada lagi wulan. Kereta api dari Tegal berhenti di Jalur dua, penumpang banyak yang turun, dan gak lupa sang pramugari ikut keluar mungkin untuk mengambil nafas. Bagitu cantik dengan seragamnya dan balutan jilbabnya senyumnya yang mengingatkanku akan wulan disaat aku kerumahnya dia jemput aku di stasiun.

“Eh apa kau lihat seperti apa yang aku lihat??”

Tanya si kampret ini yang dengan muka sumringah dia menatap sang pramugari, dengan tatapan seakan dia ingin menghampirinya. Si kampret berdiri menarik jaketku mendekati pramugari. Ia merebut hp ku yang sedang aku pegang serambi berkata “Mba umm.. boleh minta foto bareng gak?”. Kampret dia malah minta foto dan aku yang memfoto dengan hp ku pula.

Kebetulan ada kereta yang menuju Manggarai, karena lama setelah aku cekrek kampret dengan mba pramugari ku tarik jaket kampret bagian atas untuk naik, nanti ganti kereta di Manggarai...


Rabu, 15 Februari 2017

Tunjukan jalan lurus

Hujan yang membasahi sekujur tubuh ini
Di malam yang gelap nan dingin aku terbangun dari lelapnya ketidakpastian
Bunga-bunga semakin layu dan mengering ditinggalkan lebah
Tidak ada lagi lebah yang menghinggapinya

Sendiri aku dalam gelapnya malam
Sinar rembulan membawakan rindu yang begitu dalam
Aku hanyalah orang yang dengan kebodohan, larut dalam khayalan
Dengan beribu bunga mengharap kedatangan lebah menghinggapinya

Kesunyian
Kehampaan
Kesedihan

Adakah jalan terang menuntun langkah menapaki bebatuan berduri
Malam ini aku tidak denganmu
Saat jalanan sunyi tanpa hamburan polusi udara
Pepohonan berhenti tertiup angin lunglai tanpa arah

Ooh Tuhan mengapa aku merasa lelah
Bolehkah aku menyerah, sejenak meneteskan air mata
Saat senja mulai menghilang
Membasuh muka dengan jernihnya air yang mengalir
Ketidakmampuanku tanpa adanya Engkau, kepadaMu aku berserah

Bunga layu diabaikan
Akankah sinar selamanya bersinar
Tuhan, aku mencintainya

Rabu, 08 Februari 2017

Soal Valentine

Tadi sore aku sama kawanku kebetulan mampir ke salah satu mall di jakarta untuk sholat dhuhur. Jadi setelah sholat dhuhur bisa jalan jalan ngadem di mall, setelah merasakan panas.

Satu yang bikin aku baru ngeh itu, dan aku baru ngeh malem ini jadi tek bikin tulisan. Disitu ada lambang love dengan bunga bunga yang indah nan cantik dengan warna yang indah.

Waktu masuk gak merhatikan karena lewat sebelah kanan nah pas keluar eh ada bunga bunga dengan love gitu yang ukuranya gede. Dan ternyata aku baru ngeh sampe di kos kalo sekarang bulan Februari yang ada hari Valentine, tadi sih kawanku ini nyuruh aku buat di foto depan bunga gitu. Edan aja nih orang nyuruh aku buat di foto depan bunga, ya gak mau lah aku.

Kalo soal valentine dulu yang aku tahu orang orang pada ngasih coklat, kenapa harus coklat?? Kalo ada keju yang lebih enak coba, kenapa gak rokok  Marlboro, eh tapi keabnyakan yang ngasih cowok sih ya.

Dalam Islam itu gak ada valentine, jadi gak perlu ngerayain.
Kegilaan valentine itu menyedihkan, terutama mereka yang bukan suami istri, belum halal, mereka melakukan hubungan suami istri. Gak habis pikir sama mereka yang kek gitu, apalagi ceweknya kok ya mau maunya dinikmati sama orang yang bukan suaminya, kasian nanti suamimu. Kalo cowok yang udah menikmatimu ternyata bukan jodohmu.  Udah gak ada cinta yang tulus, apalagi kalo suaminya orang yang baik yang ngejaga diri.

Dan buat cowok nih, kok ya dengan tega menikmati seorang perempuan yang bukan istrinya, belum halal. Coba pikir kalo dari sodaramu digituin, yang punya adek perempuan, yang punya kakak perempuan de el el.. Kasian nanti istrimu, jika istrimu perempuan yang ngejaga diri sampe halal.

Apakah dengan alasan cinta kalian begitu?? Itu bodoh...
Aku pernah nonton dan baca berita di youtube di blog kalo valentine ini kan juga di larang di negara asalnya, dan juga beberapa negara lain. Karena kebanyakan para pemuda melakukan hubungan yang gak selayaknya dengan pasangan.

Mendekati zina aja dilarang, dosa apalagi ngelakuin.
Heran aja apa gak mikir bagaimana dengan orang tuanya jika mereka tau anaknya melakukan zina. Apalagi kalo sampe direkam, kalo ditonton itu kan kek jadi dosa yang terus mengalir, iya gak sih??

Wanita adalah mahluk yang paling mulia, kenapa kalo melakukan itu dengan alasan cinta.
Kasih sayang itu gak cuma di bulan Februari, baca basmalah itu kasih sayang, sayangilah seseorang dengan mendoakan agar nantinya bisa sampe nikah, halal. Saling menjaga diri, bukan memberikan diri untuk dinikmati dan bukan memberikan diri untuk saling menikmati (zina).

Janganlah kalian biarkan orang melihat keindahan tubuhmu, bentuk tubuhmu, auratmu, biarlah nanti yang lihat, menikmati itu psanganmu jika sudah halal.

Selain itu juga berciuman dengan bebas, mencium seseorang yang belum halal, duuhh jand..
Aku jadi nulisnya begini.

Ok, jadi apa rencana valentine kalian?? Udah beli coklat kah buat pasangan atau boneka? Atau rumah? Mobil??
Keknya besok bakalan banyak coklat dengan diskon, boleh juga nih beli yang banyak buat dijual lagi.

Tadi sore itu mapir mall dan ngeliat ada sebuah rangkaian bunga bnunga dengan sebuah lambang love dan kata i love you.

Keliling dan liat liat didalam ada beberapa gerai batik, asli bagus bagus batiknya dalam hati pingin beli tapi liat isi dompet tinggal cukup buat beli Marlboro jadi niatan buat beli terpaksa ditunda. Jadi ngomongin batik.

Liat batik yang cewe itu bagus bagus motifnya apalagi yang warnanya kalem, aiih pas banget tuh buat beliin calon istri, tapi orangnya.... pas kalo dipasangkan dengan jilbab pashmina yang warna kalem.
Nah bisa juga tuh kasih pasangan baju batik.

Kalo soal valentine aku baru tau maknanya itu saat SMA, ketinggalan sama temen temen yang lain, apalagi waktu SD kirain valentine merupakan salah satu hari besar agama, entah itu agama apa, ternyata bukan.

Baru nulis segini udah ngantuk,

Aku kalo naik transjakarta ataupun krl itu paling seneng ngelongok jendela,entah kenapa padahal juga pemandanganya kek gitu.

Gak banyak juga aku tau soal valentine, cuma keinget aja sama hal yang dilakukan sama pasangan yang belum halal, rasanya tuh sedih liatnya. Seburuk itukah, semakin mengerikan, apalagi kalo baca berita atau nonton berita yang diluar sana, kek perang, berita astronomi, bencana bumi, es di kutub mencair semakin banyak, meteor. Ah mungkin ini perasaanku doang, lebay,