Waktu kecil suka nonton film Dragon Ball, Digimon, Gundam
dulu suka berimajinasi. Pingin suatu saat nanti bisa membuat film yang sekeren
itu. Ultraman, Wiro Sableng, Power ranger juga, Robocop waktu kecil suka nonton
film yang action, film yang berantem. Waktu itu terlintas dibenakku pingin main
film yang dengan adegan penuh action, berantemya banyak, dan juga pingin
membuat sebuah film.
Dan aku juga suka dengan pembuatan film, seperti film-film
action yang penuh dengan berantem, ledakan, kejar-kejaran mobil,
tembak-tembakan. Pernah terlintas waktu itu pingin juga jadi crew gitu, jadi
pengarah jalanya film, liat cameramen juga seru cara mengambil gambarnya dengan
kamera besar terus yang naik diatas didorong lewat rel gitu, entah apa lah itu
namanya.
Selain soal film pernah juga pingin jadi penyanyi, punya
Band jadi vokalis ataupun drummer, selain suka dengan film action dari kecil
juga suka dengerin lagu-lagu yang keras, lagu-lagu yang teriak teriak, lagu
rock. Sampe orang tua heran kalo aku muter lagu. Pernah, bukan pernah sih malah
bahkan sering ngebayangin punya Band jadi terkenal manggung diatas panggung
gede, konser khusus, touring berbagai kota, bahkan ke beberapa Negara dengan
lagu rock, metal menghentakan ribuan orang yang menonton, ribuan orang menikmati
pertunjukan music kami… aiihh waktu kecil penuh hayalan, berimajinasi bikin
film juga. Hahaa..
Bahkan dulu waktu SMP aku nulis buat lagu, dulu banyak
beberapa tulisan yang aku tulis dan itu membutuhkan waktu 4-5 hari dalam
menulis satu syair, tapi sayangnya waktu aku kuliah, semua kumpulan kertas yang
gak kepakai dijual dan buku yang berisi tulisanku pun ikut hanyut terjual
karena aku tumpuk dengan tumpukan kertas yang gak kepakai. Sayang banget.
Pingin nulis cerita fiksi maupun cerita berdasarkan kisah
nyata yang ditambahi ke fiksi tapi gak pernah jadi, ketika sedang plong mikir
enak banget jalan ceritanya begini, nanti endingnya begini, begitu, begini de
el el, tapi ketika mau menuangkan dalam tulisan entah kenapa rasa males pun
datarng, dan kadang malah ngebleng gak tau mau darimana nulisnya.
Semisal gini, sebuah tulisan yang menceritakan seorang
mahasiswa yang terlibat dalam sebuah misi penyelamatan, ia bergabung dalam
sebuah tim yang dibentuk oleh kepolisian untuk menelusuri sebuah kasus
pencucian uang yang dilakukan oleh seorang yang mempunyai perusahaan. Perusahaan
yang mengelola bidang narkotika hasil pencucian uang yang melibatkan anggota
dewan dan polri, melakukan pembuatan virus untuk menyebarkanya dan menjadikan
orang yang terkena akan mengalami sakit parah, badanya memerah, muntah-muntah
namun perusahaan itu juga yang membuat obat penawarnya, semua dilakukan untuk
bisnis.
Pencemaran lingkungan pun dilakukan perusahaan itu, limbah
yang dibuang sembarangan mencemari air yang digunakan penduduk, namun
perusahaan ini melakukanya dengan rapih, belum bisa membuktikan bahwa
perusahaan ini melakukan kejahatan. Tidak ada bukti maka tidak bisa di
persidangkan jadi,
Mahasiswa tersebut bertugas untuk mengumpulkan bukti
kejahatan dari perusahaan tersebut, juga melakukan pengintaian terhadap anggota
dewan dan polri yang ikut terlibat, namun banyak rintangan yang dihadapinya.
Pihak perusahaan mengetahui bahwa ada orang yang mencoba menghancurkan
bisnisnya, hingga terlibat dalam suatu peperangan.
Mahasiswa ini menjalai hari-harinya dengan biasa,
teman-teman kuliahnya gak ada yang mengetahui bahwa ia terlibat dalam sebuah
misi. Seperti layaknya dan pada umumnya pihak perusahaan menggunakan
keluarganya dan orang-orang terdekatnya untuk sebuah ancaman, jika ia ingin keluarganya
aman dan orang-orang terdekatnya selamat ia harus berhenti untuk membuktikan
kejahatan perusahaan.
Saat di kampus ia diikuti oleh beberapa orang dari pihak
perusahaan, apalagi setelah mahasiswa ini telah mengantongi bukti bahwa
perusahaan tersebut melakukan kejahatan. Untuk menutupi kejahatanya perusahaan
itu juga bergerak dalam sebuah pembuatan produk makanan, tapi itu hanya untuk
sekedar menutupinya.
Mahasiswa ini hanyalah orang biasa yang gak terkenal di kampusnya,
ia mengambil kuliah hukum. Selama kuliah gak ada yang keren dibandingkan dengan
teman-temanya, ia berangkat kuliah juga pulang kuliah jaan kaki, tak punya
pacar, tapi dibalik itu ia merupakan seoarang yang bisa dibilang agen
kepolisian untuk berbagai hal, namun kali ini ia bertugas untuk mengumpulkan
bukti kejahatan suatu perseroan untuk diajukan ke pengadilan ditutup usahanya.
Berangkat ke kampus dengan jalan kaki sambal menikmati
rokok,melihat para mahasiswa yang lain menggunakan mobil keren, mahasiwa
lainnya yang pada berpasangan, bahkan teman-temanya kini sudah punya pacar
semua. Ia bukanya gak mau pacaran, tapi karena kondisi yang mengharuskanya ia
untuk menunda pacaran, duit yang hanya pas-pasan, karena tau tingkat pacaran
mahasiswa yang jalan-jalan, belanja, makan ditempat mewah, ia belum sanggup.
Semua itu tak begitu ia pikirkan, hanya dengan senyum ia
menanggapinya. Dibalik sebagai mahasiswa yang biasa ternyata ia adalah seorang
yang penuh aksi diluar kampus. Saat malam minggu teman-teman yang lain jalan
sama pacar, ia jalan dengan pistol dan nyawa yang bisa saja melayang. Beraksi
dengan tugas yang diembanya dengan dua orang partner nya ia mencoba masuk ke
perusahaan, mencoba membobol system komputernya.
Salah satu dari mereka merupakan hacker yang termasuk ahli,
dia dulu dikenal sebagai hacker pencuri yang diburu polisi karena berhasil
membobol keuangan Negara dan memainkan lampu lalu lintas hingga jalanan kacau. Hingga
akhirnya berhasil ditangkap. namun, karena ke ahlianya ia dibebaskan dengan
sayarat untuk menjadi anggota, seoarang agen rahasia.
Satunya lagi ia merupakan seorang mahasiswa ekonomi dengan
tingkah yang konyol pandai dalam hal mencopet, dia mempunyai hobby yang aneh,
mencopet membuat keributan merupakan kesuakaanya, hingga ia ditangkap saat
membuat rusuh di bank dengan pistol dan perlengkapanya meminta duit.
Otak cerdas namun konyol dan sifatnya yang seenaknya
sendiri seperti tak punya dosa dan salah.mereka bertiga merupakan mahasiswa
yang kini berada dalam fase menyelesaikan skripsi, namun juga menyelesaikan
misi pengintaian.
Daannn… itulah contohnya, juga pingin nulis soal kuliner,
karna kuliner itu asyik, seru untuk diapakan juga, umm jadi gini…. Kisahnya
dari seorang mahasiswa yang setelah lulus mencoba mencari kerjaan ia pun pergi
ke ibu kota untuk mendapatkan kerjaan, namun setelah beberapa lama ia tak
mendapatkanya. Di Jakarta bertemu dengan dua sahabatnya yang merupakan temen
sperjuangan, mereka sahabat akrab waktu kuliah.
Selain soal kerjaan yang belum didapat, mereka juga kandas
dalam sebuah hubungan asmara. Tapi kini dua orang telah mendapatkanya lagi
sedangkan satunya kacau, dulu si A ditinggal karena ceweknya udah pingin nikah
sedangkan A belum ada kerjaan hingga akhirnya cewek tersebut memilih menerima
seorang pria yang lebih dari A. sedangkan B dia juga tak beda jauh kisahnya
dengan A, namun cewek yang disuka B belum menikah hanya saja, mereka ldr
sedangkan B belum ada kerjaan, dan beberapa factor.
Sedangkan C bukanya ditinggal tapi ia malah yang
meninggalkan ceweknya, karena waktu kuliah jadi ldr banyak masalah yang
diahadpinya. Si C didekati sama cewek yang ahirnya C pun suka dengan alasan
karena ceweknya yang katanya setia tapi kata C si cewek ini disana jalannya sam
cowok, kalo diajak jalan pasti mau. Itulah alasan si C.
Mereka bertiga mengalami perjuangan yang laur biasa,
setelah satu setengah tahun lulus mereka masih berkutat dalam dunia mencari
kerja. Kalo si A dia pernah bekerja, magang disuatu kantor advokat, dan
beberapa minggu di sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang transportasi
darat. Karena fisiknya gak kuat si A keluar.
Hingga kemudian si B yang hobby menulis mengikuti beberapa
lomba dan mendapatkan sedikit duit, berpikiran untuk membuka usaha kuliner
dimuali dari kecil kecilan. Mereka menjual gorengan, tempe mendoan. Jualan
mereka laku, yang kemudian terus berkembang. Hingga akhirnya memiliki sebuah
warung makan yang belum begitu besar namun sudah banyak pelanggan.
Menu dari daerah asalnya pun di bawa, seperti burbacek, soto
kuning, juga sate ayam dan mendoan. Menumakananya seperti pecel yang dipaduka
dengan tempe mendoan gede. Tempe yang digoreng diatasnya ditaburi pecel dengan
daun bayam,kacang panjang serta telur mata sapi yang agak setengah matang
dengan bumbu kacang.
Burbacek dengan rasa yang nikmat dipedukan dengan tempe
mendoan krispi, begitu juga dengan soto kuning.
Mereka juga menggabungkan antara Burbacek yang disiram kuah
soto kuning, dan ditaburi potongan tempe mendoan.
Mereka berjuang memajukan bisnisnya dengan menu yang
sedehana dan aneh tapi itu yang menjadikanya dikenal….
Kisah mereka jadi pengusaha dengan mendirikan cabang-cabang
di tempat tinggal asalnya. Kemudian dibeberapa kota lainya. Kisah asmaranya pun
kini tak seperti dulu.
Yaa begitulah, pingin menulis sebuah karya yang agak
menarik gitu..
Terimakasih yang sudah mau membaca tulisanku ini, tulisan
yang gak penting juga.
Sebenernya keren sih ide nulisnya mahasiswa yang di kampusnya "sederhana" tapi ternyata dia "luar biasa".
BalasHapusTapi kalo yang kuliner itu, sejujurnya aku masih bingung bayanginnya Ahahahaa..
Lanjutkan Di. Kamu loh kalo bikin cerpen bagus bagus. Ehehee
Alhamdulillah.
HapusDibilang keren.
Dibilang kalo bikin cerpen bagus bagus. *di blog ini cuma beberapa.
Makasih, Arum.
Itu yang kuliner aku aja bingung. Hehee.
Eh perasaan kamu sudah mewujudkan inginmu menjadi penulis ...
BalasHapusBarusan yang aku bacakan hasil karyamu hehe ...
nggk ngerasa ya
selamat ya
meski tampilan sederhana namun rasanya yang unik bisa bikin terkenal ya :)
BalasHapusAku lebih suka cerita yang pertama, tentang ke 3 mahasiswa itu. aaahhhh, tolong jadikan salah satunya sebagai pacarku..
BalasHapushmmm, menurutku, lakukan aja apa yang emang bener2 pengen dilakukan. jangan ditahan2, toh kamu udah punya bakat juga dibidang menulis.