Hari itu hujan begitu deras mengguyur kota, ia berjalan
dengan mengenakan jas hujan warna merah. Berjalan menapaki trotoar sepanjang
jalan yang begitu banyak kendaraan berlalu lalang. Rasa dingin sudah tak
dirasakannya lagi, sembil berjalan memegang perut sebelahkiridengan tangan kananya
menekan luka agar darah tidak banyak keluar, dan begitu pingin sampai rumah.
Dia adalah seorang pemuda yang merantau keluar kota guna
mendapatkan pekerjaan, datang dengan modal pas-pasan. Dua bulan sampe menjelang
bulan yang ketiga belum juga mendapatkanya.
Terkadang dia merasa frustasi, bosan, kesal dan ingin
berteriak melampiaskan amarahnya. Dengan duit yang hanya tertnggal kini ia
berharap keajaiban dating, hinga saat itu a keluar untuk mengirim surat lamaran
dan kelengkapanya ke sebuah perusahaan dengan harap agar dapat diterima mendapatkan
pekerjaan yang layak dengan pendidikan terahirnya sebagai orang lulusan hukum.
Setelah hamper dua tahun kini ia belum mendapatkan
pekerjaan, pernah bercanda dengan temanya untuk melakukan aksi seperti dalam
film-film perampokan. Begitu suka dengan film action crime dalam otaknya
terdapat khayalan seperti dalam film.
Dia hanyalah orang biasa yang tidak begitu banyak teman
dekat, yang saat itu juga adamasalah dengan pacarnya, hubungan yang jarak jauh membuat
rindu namuan yang dia dapat sebuah kekesalan dari pacarnya yang karena susah
untuk dihubungi, ia kangen begitu pingin nelpon berbincang mendengarkan
suaranya menanyakan kabarnya tapi, saat ia nelpon dan sering nelpon gak pernah
dijawab yang berujung jadi mengganggunya.
Dari selama dua bulan dia pergi keluar kota belum ada
perubahan dalam hidupnya. Kesibukanya melamar pekerjaan, sebagai seorang pria
yang usianya sudah memasuki dua puluh empat tahun dan belum mendapatkan
pekerjaan dengan latar belakang sarjana hukum itu sungguh berat dirasakanya. Terlebih
begitu teman-temanya sudah mendapatkan pekerjaan, rasa malu dirasakanya juga
ketika setiap kali ditanya soal pekerjaan yang kini sudah hamper dua tahun
setelah lulus masih berkecimpung dengan lamaran.
Air mataya sering mengalir membasahi pipinya, ia sangat
berharap bisa cecepatnya mendapatkan pekerjaan, lamaran yang menggantung taka
da kabarnya membuatnya seakan ingin menghancurkan setengah kota. Ia jadi teringat
film warkop seperti yang dikatakan Dono ini
lah lucunya jaman sekarang, gimana bisa mendapatkan kerja kalau belum punya
pengalaman dan bagaimana mendapatkan pengalaman kalo lamaran kerja ditolak. Kalo
gak dapet-dapet kerja juga kita bikin sendiri lapangan kerja film warkop
yang dono menjadi chef entah lupa dengan judulnya.
Begitu juga dengan masalah asmaranya,ia begitu mencintai
pacarnya sampai-sampai ia meneteskan air matanya saat setiap kali menyebutkan
namanya dalam doa sehabis sholat, tiad berhentinya agar nantinya dipertemukan
dan dipersatukan, yang kini jarak jauh dan si pacar yang kesel denganya namun
harapanya ia begitu tinggi agar dipersatukan juga begitu merasa takut
kehilangan.
Dihari yang sedang hujan ia keluar dari bis ia melihat dua
orang pemuda yang sedang mencoba merampas seorang perempuan, begitu marah
melihatnya ia pun langsung menghampiri kedua pria tersebut dan langsung
menghajarnya. Hingga terjadi perkelahian, yang sampainya ia terkena tusukan
diperutnya.
Banyak hal ya dihadapinya seperti saat ia diterminal, ia
dihadang oleh tiga orang pria yang membawa pisau untuk digunakan menakutinya
dan meminta ia menyerahkan dompet hp serta jam tanganya, tak peduli seperti apa
ketiga orang ini ia menghadapinya dengan cepat ia menghajar salah satu dari
ketiga orang tersebut, hingga terjadi saling pukul hingga menjadi pusat
perhatian banyak orang di terminal.
Ia orang yang tak
banyak tingkah maupun orang yang selalu happy, ia hanya seorang pemuda yang
kini usianya dua puluh empat tahun da belum mendapatkan pekerjaan, berada di
luar kota yang penuh dengan warna dan angka-angka.
Ia kini berada di ibu kota, saat ini dengan kondisinya ia
mencoba bersabar dan menerima serta terus berusaha merubah nasib, tidaklah Allah merubah nasib seseorang jika
seseorang itu sendiri yang merubahnya tapi terkadang rasa frustasi seakan
muncul.
Tetap semangat dan terus berjuang, percaya suatu saat apa yang diinginkan pasti tercapai.
BalasHapusMencari pekerjaan untuk mendapatkan rupiah sulit banget ya, begitu juga yang pernah diceritakan oleh teman-teman diperantauan
BalasHapuskerasnya kehidupa di kota menjadi pemandangan yang umum dan pengalaman hidup yang amat berharga
tak jarang pula pengangguran menimbulkan kejahatan
ada tangis, doa dan air mata
semoga yang sedang berjuang untuk hidup lebih yang baik mendapat kemudahan aamiin
Sabar dan tawakal. Tetap berusaha terus, jangan putus asa. Yakin nanti akan ada jalan dapat pekerjaan.
BalasHapussetiap orang memang ada rejekinya sendiri-sendiri... perlu sabar, tawaqal dan semangat tinggi untuk memperjuangkannya
BalasHapusMeski ini fiksi tapi pasti banyak sekali orang yang pernah, atau bahkan sedang mengalami hal yang sama. Tetap berdoa dan berusaha, pasti ada jalan :)
BalasHapus