Kamis, 23 Maret 2017

23 03

Hari itu hujan begitu deras mengguyur kota, ia berjalan dengan mengenakan jas hujan warna merah. Berjalan menapaki trotoar sepanjang jalan yang begitu banyak kendaraan berlalu lalang. Rasa dingin sudah tak dirasakannya lagi, sembil berjalan memegang perut sebelahkiridengan tangan kananya menekan luka agar darah tidak banyak keluar, dan begitu pingin sampai rumah.

Dia adalah seorang pemuda yang merantau keluar kota guna mendapatkan pekerjaan, datang dengan modal pas-pasan. Dua bulan sampe menjelang bulan yang ketiga belum juga mendapatkanya.

Terkadang dia merasa frustasi, bosan, kesal dan ingin berteriak melampiaskan amarahnya. Dengan duit yang hanya tertnggal kini ia berharap keajaiban dating, hinga saat itu a keluar untuk mengirim surat lamaran dan kelengkapanya ke sebuah perusahaan dengan harap agar dapat diterima mendapatkan pekerjaan yang layak dengan pendidikan terahirnya sebagai orang lulusan hukum.

Setelah hamper dua tahun kini ia belum mendapatkan pekerjaan, pernah bercanda dengan temanya untuk melakukan aksi seperti dalam film-film perampokan. Begitu suka dengan film action crime dalam otaknya terdapat khayalan seperti dalam film.

Dia hanyalah orang biasa yang tidak begitu banyak teman dekat, yang saat itu juga adamasalah dengan pacarnya, hubungan yang jarak jauh membuat rindu namuan yang dia dapat sebuah kekesalan dari pacarnya yang karena susah untuk dihubungi, ia kangen begitu pingin nelpon berbincang mendengarkan suaranya menanyakan kabarnya tapi, saat ia nelpon dan sering nelpon gak pernah dijawab yang berujung jadi mengganggunya.

Dari selama dua bulan dia pergi keluar kota belum ada perubahan dalam hidupnya. Kesibukanya melamar pekerjaan, sebagai seorang pria yang usianya sudah memasuki dua puluh empat tahun dan belum mendapatkan pekerjaan dengan latar belakang sarjana hukum itu sungguh berat dirasakanya. Terlebih begitu teman-temanya sudah mendapatkan pekerjaan, rasa malu dirasakanya juga ketika setiap kali ditanya soal pekerjaan yang kini sudah hamper dua tahun setelah lulus masih berkecimpung dengan lamaran.

Air mataya sering mengalir membasahi pipinya, ia sangat berharap bisa cecepatnya mendapatkan pekerjaan, lamaran yang menggantung taka da kabarnya membuatnya seakan ingin menghancurkan setengah kota. Ia jadi teringat film warkop seperti yang dikatakan Dono ini lah lucunya jaman sekarang, gimana bisa mendapatkan kerja kalau belum punya pengalaman dan bagaimana mendapatkan pengalaman kalo lamaran kerja ditolak. Kalo gak dapet-dapet kerja juga kita bikin sendiri lapangan kerja film warkop yang dono menjadi chef entah lupa dengan judulnya.

Begitu juga dengan masalah asmaranya,ia begitu mencintai pacarnya sampai-sampai ia meneteskan air matanya saat setiap kali menyebutkan namanya dalam doa sehabis sholat, tiad berhentinya agar nantinya dipertemukan dan dipersatukan, yang kini jarak jauh dan si pacar yang kesel denganya namun harapanya ia begitu tinggi agar dipersatukan juga begitu merasa takut kehilangan.

Dihari yang sedang hujan ia keluar dari bis ia melihat dua orang pemuda yang sedang mencoba merampas seorang perempuan, begitu marah melihatnya ia pun langsung menghampiri kedua pria tersebut dan langsung menghajarnya. Hingga terjadi perkelahian, yang sampainya ia terkena tusukan diperutnya.

Banyak hal ya dihadapinya seperti saat ia diterminal, ia dihadang oleh tiga orang pria yang membawa pisau untuk digunakan menakutinya dan meminta ia menyerahkan dompet hp serta jam tanganya, tak peduli seperti apa ketiga orang ini ia menghadapinya dengan cepat ia menghajar salah satu dari ketiga orang tersebut, hingga terjadi saling pukul hingga menjadi pusat perhatian banyak orang di terminal.

 Ia orang yang tak banyak tingkah maupun orang yang selalu happy, ia hanya seorang pemuda yang kini usianya dua puluh empat tahun da belum mendapatkan pekerjaan, berada di luar kota yang penuh dengan warna dan angka-angka.

Ia kini berada di ibu kota, saat ini dengan kondisinya ia mencoba bersabar dan menerima serta terus berusaha merubah nasib, tidaklah Allah merubah nasib seseorang jika seseorang itu sendiri yang merubahnya tapi terkadang rasa frustasi seakan muncul.


5 komentar:

  1. Tetap semangat dan terus berjuang, percaya suatu saat apa yang diinginkan pasti tercapai.

    BalasHapus
  2. Mencari pekerjaan untuk mendapatkan rupiah sulit banget ya, begitu juga yang pernah diceritakan oleh teman-teman diperantauan
    kerasnya kehidupa di kota menjadi pemandangan yang umum dan pengalaman hidup yang amat berharga
    tak jarang pula pengangguran menimbulkan kejahatan
    ada tangis, doa dan air mata
    semoga yang sedang berjuang untuk hidup lebih yang baik mendapat kemudahan aamiin

    BalasHapus
  3. Sabar dan tawakal. Tetap berusaha terus, jangan putus asa. Yakin nanti akan ada jalan dapat pekerjaan.

    BalasHapus
  4. setiap orang memang ada rejekinya sendiri-sendiri... perlu sabar, tawaqal dan semangat tinggi untuk memperjuangkannya

    BalasHapus
  5. Meski ini fiksi tapi pasti banyak sekali orang yang pernah, atau bahkan sedang mengalami hal yang sama. Tetap berdoa dan berusaha, pasti ada jalan :)

    BalasHapus

Jangan beranjak dulu, tinggalin dulu komentarnya. biar kami tau kalo kamu kesini. kunjungan anda sangat berarti.