Aku lihat matahari bersinar di siang hari
Aku merasakan hujan di malam hari
Bagaimana
aku yang begitu merindukanmu
Seperti
seorang anak yang ingin menjadi seorang pria
Kita
seperti sosiopat yang tanpa komunikasi, sayang
Kerinduan
yang begitu dalam
Pernahkah
kau merasakanya untukku
Katakan
bagaimana saat malaikat mengambil nyawa
Bagaimana
rasanya
Bersinar
memancarkan cahaya menerangi menuju jalan malam
Ketakutanku
diluar kamampuanku
Tak
ingin kehilanganmu
Katakan
padaku benarkah semua ini nyata
Rasa
takutku begitu dalam
Aku
tidaklah gila
Dekaplah
padaku, sayang
Bisakah
kita berpisah, hanya kematian yang memisahkanya
Katakanlah
padaku
Rasa
takutku telah membuatku seakan gila
Namun
aku tidaklah gila
Datanglah
dan dekaplah, aku rindu akan dirimu
Aduh, jadi sedih bacanya. Seperti kerinduan yang mencekam.
BalasHapusJangan ikutan sedih, Rum.
HapusKeren puisinya. Lagi hubungan jarak jauh ya sama pacar? Hmmm. Rindu yang mencekam.
BalasHapusEh ini Adi bukan sih? Blogmu ada dua cees?
Makasih, Son. ya gitulah. hehee.
HapusIya ini aku, Adi. ini blog temenku yang aku kelola bareng. Iuti yah, biar ada pengikutnya.
Semua orang takut banget ya ama yang namanya "pisah"
BalasHapusYa begitulah.
Hapus