saat senja mulai
melintasi langit apartemen
lantai penuh dengan
mawar
semakin mengering oleh
waktu
kisah yang penuh dengan
air mata
surat diatas meja
hal terberat dalam
hidup
saat terbangun seorang
diri
kita hanyalah korban
korban dari sebuah keputusan
darah dilantai
katakan semua padaku
kapan berahir
semua telah berahir
kau tak lagi bersamaku
saat ini
pertempuran yang takkan
ada ahir
berlayar terhempas ombak
kita sebuah korban dari
keputusan
kisah dengan air mata
perjuangan tiada henti
saat terbangun seorang diri
saat aku ingin
menjadikanmu satu-satunya
darah di lantai
surat diatas meja
sebuah korban keputusan
malam sepi aku sendiri
menatap langit penuh
dengan bintang
bersama rinduku padamu
aku nyanyikan
bertaburan bunga dalam
gelap malam
aku puisikan namamu
pilihan terbaik dalam
hidupku memilihmu
tolong jagan tinggalkan
aku
udara begitu dingin
terasa beku darah dalam
diri ini
goresan tulisan pada
dinding
hati ini sepi tiada isi
berjalan melintasi
setapak berbatu
tuntutan jaksa terlalu
berat
kau tak harus pergi
bunga diatas batu
semerbak wangi
tolong jangan
tinggalakan aku
langit penuh dengan
bintang
hanya malam melihatkan
angkasa
terbangun sendiri tiada
henti
kicauan burung
menenengkan jiwa
hanyakah terbangun
dalam tidur
hanyakah mimpi dalam
tidur??
Bangun, akankah bagun
tetaplah disini
bersamaku menemaniku
janganlah tinggalkan
aku
disini aku
merindukanmu, merindukanmu
Paling bingung kalau mau ngomentarin puisi. ehe
BalasHapusHehee kenapa malah bingung.
HapusSama kayak Puti, aku juga bingung hahaa..
Hapusgakpapa juga bingung, berkunjung kesini juga aku udah seneng, rum.
Hapusemang diKalibata bisa ada udara dingin gituh, wong panasnya maratan langit gituh jeh
BalasHapusenggak juga sih kalo panas banget. lagian kan juga cuma istilah, mang.
HapusPuisi penantian dalam sebuah kegalauan. Semangat ya
BalasHapusheheee.
HapusDi kalibata dinginnya sedingin apa sih. Panas kali ya..he
BalasHapuskalaibata mah masih termasuk gak panas.
Hapus