Rabu, 15 Februari 2017

Tunjukan jalan lurus

Hujan yang membasahi sekujur tubuh ini
Di malam yang gelap nan dingin aku terbangun dari lelapnya ketidakpastian
Bunga-bunga semakin layu dan mengering ditinggalkan lebah
Tidak ada lagi lebah yang menghinggapinya

Sendiri aku dalam gelapnya malam
Sinar rembulan membawakan rindu yang begitu dalam
Aku hanyalah orang yang dengan kebodohan, larut dalam khayalan
Dengan beribu bunga mengharap kedatangan lebah menghinggapinya

Kesunyian
Kehampaan
Kesedihan

Adakah jalan terang menuntun langkah menapaki bebatuan berduri
Malam ini aku tidak denganmu
Saat jalanan sunyi tanpa hamburan polusi udara
Pepohonan berhenti tertiup angin lunglai tanpa arah

Ooh Tuhan mengapa aku merasa lelah
Bolehkah aku menyerah, sejenak meneteskan air mata
Saat senja mulai menghilang
Membasuh muka dengan jernihnya air yang mengalir
Ketidakmampuanku tanpa adanya Engkau, kepadaMu aku berserah

Bunga layu diabaikan
Akankah sinar selamanya bersinar
Tuhan, aku mencintainya

6 komentar:

  1. Ya Allah, sendu bangeet bacanya..

    Semoga ditunjukkan jalan yang lurus. Tuhan tak mungkin menunjukkan jalan yang salah bagi hamba-Nya :)

    BalasHapus
  2. tersiksa dalam kesendirian, kesendirian akan cint. sakit..

    BalasHapus

Jangan beranjak dulu, tinggalin dulu komentarnya. biar kami tau kalo kamu kesini. kunjungan anda sangat berarti.